HIJAUNYA LEMBAH HIJAUNYA LERENG PEGUNUNGAN PDF

Sign up with Facebook Sign up with Twitter. I don't have a Facebook or a Twitter account. Research and publish the best content. Try Business.

Author:Gardajas Tehn
Country:Chad
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):26 August 2010
Pages:427
PDF File Size:18.80 Mb
ePub File Size:15.12 Mb
ISBN:115-8-32903-865-9
Downloads:80642
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nihn



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Aku m engerti m aksud angger. Agaknya angger m encemaskan kemungkinan ada orang-orang yang langsung m em buru anak Ki Buy ut Sendang Apit itu sam pai kemari.

Dengan nada rendah ia bergumam "Jika dem ikian, maka kami haru s bersiap -siap sepenuhnya. Pa dukuhan ini harus benar-benar bersiap. Yang akan dihadapi mungkin bukan sekedar perampok betapapun kuatnya.

Tetapi mungkin satu kelom pok khusus yang dikirim untuk m em buru anak ki Buy ut Sendang Apit itu. Sem entara itu, Ki Bekelpun langsung m em erintahkan anak -anak m uda padukuhan itu bersiap -siap. Bahkan bukan hanya anak-anak muda, t etapi semua laki-laki yang berani dan masih m em iliki tenaga dan kemampuan untuk ikut m engamankan padukuhan m ereka dari pihak manapun juga.

Ki Bekel sendiri tidak hanya sekedar m em beri perintah. Tetapi ia sudah berniat untuk m em im pin langsung kekuatan padukuhan itu jika terjadi sesuatu. Dengan dem ikian, maka setiap bebahupun telah ikut bersiap-siap pula m enghadapi setiap kemungkinan y ang dapat terjadi. Menj elang senja, m aka seperti y ang dikatakan oleh Mahisa Murti, m aka Putut Lembana dan Mahisa Semu telah berada di padukuhan itu berserta am pat orang cantrik pilihan.

Pada waktu yang sama, dua orang Putut yang lain serta am pat orang cantrik pula telah berada di padukuhan induk Kabuyutan Talang Alun. Kehadiran anak Ki Buy ut Sendang Apit agaknya telah m em buat padukuhan induk Kabuyutan Talang Alun juga bersiap -siap m enghadapi segala kemungkinan atas perm intaan kedua orang pengawal anak Ki Buy ut Sendang Apit itu.

Berbeda dengan kehadiran Putut Lem bana dan Mahisa Semu di Logandeng y ang langsung berhubungan dengan Ki Bekel, m aka Putut Manyar dan Putut Param a serta para cantrik y ang datang bersam anya, justru langsung berada di banjar bersam a anakanak muda y ang sudah m ereka kenal dengan baik.

Namun ternyata tidak seorangpun diantara anak-anak muda yang m engetahui, bahwa anak Ki Buyut Sendang Apit ada di padukuhan induk itu. Tidak seorangpun y ang m eny ebutnya. Bahkan seorang bebahu y ang ada diantara m erekapun tidak m enyinggung bahwa diantara para pengungsi itu terdapat anak Ki Buyut Sendang Apit.

Ketika m alam turun, m aka baik di padukuhan induk, m aupun di padukuhan Logandeng, gardu-gardupun telah berisi. Demikian pula banjar padukuhan. Ki Bekel dan para bebahu juga sudah berada di banjar pula. Ki Bekel y ang duduk dipendapa banjar bersama Putut Lem bana dan Mahisa Semu serta para bebahu telah m em bicarakan banyak kem ungkinan yang dapat terjadi di padukuhan itu. Dalam pada itu, maka Putut Lembanapun berkata "Ki Bekel. Keadaan ini m ungkin akan berlangsung untuk waktu yang agak panjang.

Ki Bekel harus berusaha untuk selanjutnya, m engatur tugas-tugas anak-anak muda. Karena tugas-tugas m ereka m em erlukan waktu, m aka sebaikny a sem ua tenaga jangan dihentakkan habis-habisan. Jika malam ini sem ua anak muda dan laki-laki keluar dari rumah, dapat dim engerti, justru pada hari yang pertama. Nam un m ulai besok, sebaikny a Ki Bekel mulai m enghemat tenaga. Anak-anak muda dan laki-laki di padukuhan ini dapat diatur bergantian.

Dengan dem ikian maka tenaga m ereka tidak terham bur sia -sia. Katanya "Aku sependapat ngger. Tetapi hari ini aku tidak sempat m elakukannya. T etapi malam nanti, m enjelang dini, aku akan m em anggil para bebahu untuk m engatur kegiatan di m alam-m alam berikutnya.

Mereka semuanya laki-laki bersenjata. Namun katanya " aku akan ke pintu gerbang padukuhan. Kam i y ang berada di bulak berlari lewat pem atang dan tanggul parit m endahului m ereka. Ki Bekelpun dengan tergesa -gesa telah bersiap m enuju ke regol padukuhan.

Putut Lem bana, Mahisa Semu dan para bebahupun ikut pula bersam anya. Sementara anak-anak muda dan laki -laki yang ada di banjar dim inta m em persiapkan diri.

Kalian datang kepada m ereka. Jangan buny ikan isyarat lebih dahulu sebelum semuanya jelas. Mungkin kita memang tidak perlu m em buny ikannya. Anakanak muda yang ada di gardu dibelakang regol akan dapat m enjadi penghubung jika baik sekali.

Beberapa saat m ereka m enunggu. Sementara itu kepada beberapa orang anak muda yang ada di gardu dibelakang regol, Ki Bekel m inta m ereka m engamati keadaan. Mungkin m ereka m em ang tidak m elewati regol padukuhan.

Anak-anaK muda y ang sedang m eronda itupun sea -era m enjalankan tugas sebagaimana diperintahkan oleh Ki Bekel. Mereka segera m em encar untuk m enghubungi gardu -gardu yang tersebar.

Beranting perintah Ki Bekel itupun dalam w aktu yang singkat telah sam pai kepada para peronda di gardu-gardu terutam a yang dekat dengan jalur jalan m emasuki padukuhan itu.

Untuk beberapa saat Ki Bekel m enunggu. Dem ikian pula anakanak muda yang m engawasi setiap pintu regol. Namun m ereka tidak m elihat seorangpun. Putut Lembana yang berada di regol induk bersama Ki Bekel itu dengan kepekaan panggraitannya m erasakan satu kejanggalan.

S ekelom pok orang itu tentu sudah berada disekitar padukuhan itu. Mungkin m ereka sengaja m enunggu. Tetapi mungkin tidak. Karena itu, seakan-akan dem ikian tiba -tiba ia berkata "Ki Bekel, aku akan pergi ke banjar.

Lalu katanya kepada Mahisa Semu " Marilah. Kita lihat rumah itu. Nam un sebelum m ereka sam pai, ternyata m ereka telah m elihat keributan y ang terjadi. Dem ikian Putut Lembana sam pai ke banjar, m aka iapun segera bertanya "Apa yang terjadi? Lalu katanya pula "Kaw an-kawan juga sudah pergi kerumah sebelah. Mereka m am pu m em asuki padukuhan ini tanpa diketahui oleh para peronda dan anak-anak muda yang bertugas.

Mereka telah m emasuki halam an rumah sau dara Ki Bekel y ang sebelumnya m enjadi tempat tinggal ai. Pertem puran mem ang telah terjadi di halaman rumah itu Para cantrik telah terlibat pula didalamnya selain beberapa orang anak muda.

Bebahu Sendang Apit y ang m engungsi dirumah itupun telah ikut bertem pur pula bersam a anak-anak muda Logandeng. Namun sebenarnyalah bahwa orang-orang y ang datang m enyerang itu m em iliki beberapa kelebihan dari anak-anak muda Logandeng.

Untunglah para cantrik sudah ada diantara m ereka, sehingga m eskipun hanya am pat orang, namun para cantrik itu dapat m em berikan kekuatan dan lebih dari itu, keem pat cantrik y ang bertempur dengan garangnya itu m enjadi pendor ong jiwani bagi keberanian anak-anak m uda Logandeng sebagaimana saat m ereka bertem pur dengan sekel om pok perampok yang dipim pin oleh Jaran Abang. Kedatangan Putut Lem bana dan Mahisa Semu ternyata telah m em bangkitkan keberanian y ang semakin tinggi.

Beberapa orang anak muda diluar sadarnya tiba -tiba saja sudah bersorak, sehingga sekelom pok orang yang m enyerang padukuhan Logandeng itu terkejut. Merekapun segera sadar, bahwa yang datang itu tentu orang-orang y ang dianggap penting oleh anakanak muda Logandeng itu. Sebenarnyalah ketika Putut Lembana dan Mahisa Semu mulai turun kegelanggang, m aka orang-orang y ang datang m eny erang itu m engetahui dengan pasti, bahwa dua orang anak muda itu m em iliki banyak kelebihan dari anak-anak muda yang lain.

Pem im pin sekelom pok orang y ang m eny erang padukuhan itupun telah berusaha untuk dapat langsung m enghadapi Putut Lem bana.

Sementara itu, Putut Lem banapun tidak m enghindarinya. Aku adalah bagian dari m ereka. Dengan tangkas Putut Lem bana m enghindari serangan itu.

Bahkan iapun telah mulai m eny erang pula dengan cepatnya. Sementara itu, lawannya itu bertanya pula "Dim ana kau sem bunyikan anak itu he? Jika kam i tidak m enemukan anak itu , maka padukuhan ini akan kam i hancurkan. Kau sudah terlanjur m enginjak bumi Logandeng.

Kau telah m em basahi bumi kami dengan darah. Karena itu, maka kalian tidak akan dapat keluar lagi dari padukuhan ini. Kem ungkinan terbaik bagi kalian hanyalah m eny erahkan diri. Karena kami tidak terbiasa m em bunuh orang y ang sudah m eny erah. Ia m erasa terhina oleh kata-kata Putut Lembana.

Karena itu, maka iapun kem udian m enyerang dengan garangnya. Tetapi Putut Lem bana dengan tangkasny a m enghindari serangan itu dengan loncatan panjang.

Lawannya m engira bahwa Putut Lem bana itu terdesak. Tetapi Putut Lem bana justru tertawa sam bil berkata "Apakah kau benar-benar orang Pudaklamatan? Namun ia sem pat bertanya pula "Siapa namamu he? Aku akan m em bunuhmu " geram orang itu.

Putut Lem bana tidak bertanya lagi. Pertem puran diantara keduanya m enjadi semakin sengit. Tetapi justru Putut Lembana m engenali kesam aan unsur gerak dari beberapa orang kawannya, maka seakan-akan tanpa m enyadarinya, iapun mulai m em perhatikan beberapa orang y ang m engaku anak-anak muda Pa dukuhan Logandeng.

DZORDZ ORVEL 1984 PDF

HijaunyaLembahHijaunyaLerengPeg-DewiKZ-118tmt

.

C04 FUNDAMENTALS OF BUSINESS ECONOMICS PDF

VIAF ID: 71307842 (Personal)

.

ERCO LIGHTMARK PDF

.

Related Articles